This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Cara Mengkonsumsi Madu

Madu Java Honey.

Rabu, Juli 28, 2010

Sambut Ramadhan


Ramadhan tinggal sebentar lagi. Bisa kita hitung dengan jari. Pada ramadhan kali ini bertepatan pula dengan agustusan, dimana banyak warga indonesia merayakan hari bersejarah, kemerdekaan indonesia. Biasanya dalam acara agustusan dimeriahkan dengan berbagai perlombaan untuk anak maupun orang tua, memperbaiki cat pagar yang telah usang meski dengan kapur putih, pawai dijalan raya dengan berbagai accesoris, dan masih banyak lagi.

Belum lagi pada bulan-bulan ini disibukkan dengan kampanye, sudah banyak atribut terpasang disana-sini. Maklum pemilukada dilaksanakan seminggu setelah lebaran. Bisa jadi nuansa ramadhan jadi nuansa politis, semua serba dibuat kepentingan kampanye. Semoga itu hanya su'udhon saja. Tapi pada bulan ramadhan ini juga bisa dimainkan peran politis terkait nilai-nilai, bukan keberpihakan terhadap calon tertentu.

Ramadhan perlu kita siapkan sedini mungkin. Baik kesiapan akal, jasmani, maupun ruhi. Semua perlu direncanakan. Bisa kita buat perencaan amal dalam menyambut ramadhan, pada saat ramadhan serta setelah ramadhan itu sendiri. Tiap tahapan perlu ada target pencapaian, jangan sampai ramadhan berlalu tanpa ada bekas yang tersisa. Alias biasa-biasa saja.

Sekian dulu... semoga dapat menjadi penghangat bacaan..., dan penghibur kesepian. / IA-Klaten


Jumat, April 23, 2010

Suara hati


Pilkada masih lama... rasanya sudah enek. Belum juga dibuka pendaftaran, kampanye pun sudah jor-joran. Kalau dibilang kampanye jawabnya ini bukan kampanye, jadwal kampanye belum ada. Belum lagi membahas netralitas, inilah, itulah... semua disangkut pautkan dengan mengusung nama tertentu. Dimanapun, kapanpun, dan dalam momen apapun. asal ada kesempatan bicara, maka disitu lahan yang tepat. .

Sikap dewasa para pejabat terlihat seperti anak-anak yang berebut mainan, sikap oportunis terlihat semakin kental dengan penguasa yang mau mencalonkan lagi. Inilah indonesia.. yang dalam obrolan ngalor ngidul, indonesia tipe B...

Entah esuk menggunakan hak pilih tidak... tidak memilihpun termasuk sebuah pilihan politik. Asal jangan sampai tidak berangkat saja, karena orang yang golput dinegeri ini dianggap seperti sampah alias tidak diperhitungkan posisinya. entahlah.... /IA-Klaten

Kamis, Maret 04, 2010

Umat Islam Bersatulah


"Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri." (QS. ar-Ra’du [13] : 11)

Keruntuhan Turki Utsmani dan penghapusan sistem khilafah oleh Kemal Attaturk, pada tahun 1924. Sudah 82 tahun ummat Islam tidak mempunyai sistem pemerintahan secara universal. Perpecahan dalam tubuh ummat Islam masih saja terjadi, saling tuduh, saling hujat, tidak ada persatuan. Masing-masing memikirkan dirinya sendiri, golongannya sendiri. Peristiwa dekat ini, penyerbuan terhadap salah satu negeri muslim (Palestina dan Libanon), sebagian ummat Islam masih melihat penduduk negerinya dari golongan mana, imamnya siapa. Pernyataan seperti itu sering kali terdengar oleh telinga kita.

Pernyataan yang hanya melihat pada salah satu golongan/jama’ah-nya saja adalah pandangan yang sempit. Lebih lagi ketika hanya membenarkan jama’ahnya dan menyalahkan yang lain. Esensi dalam hidup berjama’ah adalah agar kita mampu meningkatkan segala potensi yang ada dalam diri kita serta agar kita senantiasa terjaga kondisi keimanan kita. Kehidupan ber-jama’ah kita jadikan sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas diri.

Kemerosotan peranan politik Islam tidaklah menyebabkan hilangnya sistem ajaran Islam sebagai ajaran yang universal, ajaran yang sesuai dengan fitrah manusia. Sebagai sistem ajaran, Islamlah satu-satunya alternatif bagi manusia yang ingin selamat dunia dan akhirat.

Jama’atul Muslimin mempunyai kedudukan yang mulia dan luhur dalam syariat Islam. Ia merupakan ikatan yang kokoh, yang apabila hancur maka akan berpengaruh terhadap sendi-sendi kehidupan Islam. Tidak diaplikasikannya hukum-hukum Islam, meredupnya syiar Islam, dan terjadinya perpecahan ummat yang terombang-ambing bagai buih dilautan.

Musuh-musuh Islam akan senantiasa dengan mudah memperdaya ummat Islam, mereka tidak akan membiarkan begitu saja ketika Islam mulai bangkit kembali. Kebangkitan Islam membutuhkan kekuatan yang sangat besar dari ummat Islam. Tapi yang terjadi pada saat ini, sangat sedikit sekali yang memahami akan pentingnya kesatuan ummat, mereka disibukkan dengan rutinitas duniawi, disibukkan dengan memperdalam ilmu tanpa ada aplikasi, disibukkan dengan kepentingannya masing-masing.

Kehidupan berjama’ah diperintahkan oleh Allah Ta’ala. Kehidupan berjama’ah harus senantiasa dijaga, dipelihara kesatuannya, dilindungi keutuhannya, dan dicegah dari setiap ancaman serta rongrongan yang akan merusaknya. Allah Ta’ala berfirman : “Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.” (QS. ali-‘Imran [3]: 103)

Unsur Kesatuan Ummat Islam
Unsur kesatuan ummat islam yang terpenting antara lain :
1. Kesatuan Aqidah
Keistimewaan ummat Islam terletak pada aqidah mereka yang bersih tentang Allah Ta’ala. Dia-lah Yang Maha Esa, Maha Tunggal, Tempat bergantung segala sesuatu, tidak beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tiada sekutu bagi-Nya. Tidak ada yang berhak disembah kecuali Dia.
2. Kesatuan Ibadah
“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. adz-Dzariyaat [51] : 56) ummat Islam melakukan bentuk ibadah yang sama. Bersatu dalam menunaikan ibadah tanpa membedakan jenis dan warna kulit. Setiap muslim diwajibkan shalat lima waktu sehari semalam, shaum di bulan Ramadhan, zakat apabila telah cukup nishab, dan kewajiban-kewajiban yang lain.
3. Kesatuan Adat dan Perilaku
Setiap muslim memunyai keteladanan yang baik dari diri Rasulullah SAW. Hal ini menumbuhkan kesatuan perilaku dan akhlak, karena ummat Islam dituntut untuk meneladani Rasulullah SAW. “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (QS. al-Ahzab [33] : 21)
4. Kesatuan Sejarah
Kita masih mengenal perang badar yang hanya dengan pasukan sedikit mampu mengalahkan pasukan yang banyak. Kita mengenal perang khandak strategi jitu untuk menghadapi kafir Quraisy hingga mundur dengan penuh kekecewaan. Kita mengenal berbagai sejarah tentang kejayaan Islam, kemakmuran akan pemimpinnya, dan masih banyak lagi. Dengan kita mengingat sejah itu bahwa kesatuan ummat Islam mampu menciptakan kehidupan yang begitu indah.
5. Kesatuan Bahasa
Merupakan suatu yang alami jika bahasa arab menjadi salah satu faktor pemersatu ummat Islam. Undang undang ummat Islam yaitu al-Qur’an diturunkan dalam bahasa arab, maka untuk memahami dan mengamalkannya haruslah mempelajarinya. Shalat yang kita lakukan juga menggunakan bahasa arab, tidak boleh dengan menggunakan bahasa lain. Bahasa arab ini menjadi simbol pemersatu ummat Islam.
6. Kesatuan Jalan
Sesungguhnya jalan ummat Islam adalah satu, yaitu jalan para nabi dan rasul. “Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.” (QS. al-Fatihah [1] : 6-7)
Seorang muslim dituntut untuk senantiasa teguh dan konsisten di jalan-Nya. Apabila terjadi penyimpangan maka akan mendapatkan celaka.
7. Kesatuan Dustur (Undang-undang)
Sumber undang-undang ummat Islam adalah al-Qur’an dan as-Sunnah. Kedua undang-undang ini adalah rujukan dalam melakukan setiap tindakan, apabila tidak menggunakannya maka terjadi penyimpangan.
8. Kesatuan Pimpinan
Dengan mengangkat seorang imam untuk mengurusi persoalan ummat, maka ummat Islam akan mencapai kesatuan, kekuatan, dan kekokohan bangunannya. Dengan faktor tersebut nempak persatuan ummat Islam merupakan kekuatan yang dahsyat. Pimpinan (Qiyadah) merupakan simbol pimpinan, kekuatan kekuatan Islam, dan kesatuan panjinya.

Realita ummat Islam dewasa ini sangat jauh dari hakikat keimanannya kepada Allah Ta’ala. Ini dalam bidang aqidah, sementara dalam bidang ibadah pun demikian pula halnya. Ummat Islam masih jauh dari hakikat Islam yang tercermin dalam shalat, zakat, puasa dan hajinya. Sama halnya dalam bidang syari’ah dan perundang-undangan, ummat ini masih sangat jauh dari hukum-hukum Islam dan ajaran-ajarannya.

Karena itu, Jama’atul Muslimin harus menjadikan tujuannya yang utama mengembalikan ummat Islam – baik secara individu, keluarga, maupun masyarakat – kepada hakikat Islam yang hanif (lurus). Baru sesudah itu kepada kepada semua manusia, menawarkan Islam kepada mereka dan untuk masuk Islam secara kaffah.

Rasulullah SAW menyadari bahwa tugas yang diamanahkan kepadanya – menyampaikan risalah Islam – tidak mungkin dapat dilakukan oleh satu orang saja, tetapi memerlukan suatu jama’ah yang kuat, yang dengan jama’ah itu tempat mengatur strategi serta beramal jama’i.
“Sesungguhnya Kami akan menurunkan kapadamu perkataan yang berat.”
(QS. al-Muzzammil [73] : 5)

ketika menafsirkan ayat ini, Sayyid Quthb berkata, “Yakni berat tanggung jawab dan konsekuensinya, bukan berat lafazh atau maknanya, bahkan ia dimudahkan penyebutannya.” Maka dalam langkah pertama kehidupan Rasulullah SAW adalah menegakkan dan mewujudkan jama’ah tersebut.

Rasulullah SAW mengetahui dari perihal kehidupan para Nabi dan Rasul sebelumnya di dalam wahyu yang diturunkan kepadanya. Nabi yang mendapatkan sambutan baik dari kaumnya, lalu mereka membentuk suatu jama’ah yang mengemban tugas dakwahnya, maka kekallah dakwah dan lembaran-lembaran ajarannya.

Rasulullah SAW mengungangkapkan pentingnya Jama’atul Muslimin bagi keberhasilan dakwah, dan beliau menyatakan bahwa dengan jama’ah inilah akan menentukan eksistensi dakwah Islam. Pada peristiwa perang Badar Rasulullah SAW bermunajat kepada Allah Ta’ala yang diriwayatkan oleh Umar Ibn Khaththab: Pada waktu perang Badar.. lalu Nabi SAW menghadap kiblat, kemudian menjulurkan tangannya seraya berdo’a kepada Rabb-nya, “Ya Allah, jika kelompok dari orang-orang islam ini hancur, maka engkau engkau tidak akan disembah di muka bumi.”

Penegakan jama’ah inilah yang harus banyak mendapat perhatian dari para da’i. Karena itu para Da’i harus mengorbankan segala sesuatu untuk mewujudkan jama’ah ini, dengan mengesampingkan yang lain dalam upaya memelihara eksistensi dan kesatuan ummat Islam.
Para pemikir Islam pada masa sekarang ini telah sepakat atas wajibnya penegakan jama’ah ini.

Al-Maududi mengatakan, “Diantara sunnah-sunnah Allah Ta’ala diatas bumi ini ialah, bahwa dakwah (Islam) harus diperjuangkan oleh orang-orang yang senantiasa memeliharanya dan mengatur urusannya.”

Hasan al-Banna mengatakan “Dakwah ini wajib dibawa oleh suatu jama’ah yang mempercayainya dan berjihad di jalan-Nya.”

Sayyid Quthb mengatakan, “Bagaimana proses kebangkitan Islam dimulai? Sesungguhnya ia memerlukan golongan perintis yang menegakkan kewajiban ini.”

Sa’id Hawwa mengatakan, “Satu-satunya penyelesaian ialah harus tegak jama’ah.”

Fathi Yakan mengatakan, “Rasulullah SAW tidak pernah sama sekali mengandalkan kepada kerja individual, tetapi sejak awal beliau menganjurkan penegakan jama’ah.”

Wallahu'alam bish-showab [IA]

http://buletinlabbaik.blogspot.com/2006_09_01_archive.html

Minggu, Februari 28, 2010

Obrol Padang Bulan

Dr. Hidayat Nur Wahid semalam (27/2/10) dalam acara obrolan padang bulan yang diadakan DPD PKS Klaten, memberi tausyiyah tentang masyarakat Madani. Masyarakat madani yang menurut beliau ditafsirkan dalam bahasa jawa antara lain mempunyai ciri:
  • Masyarakat yang tidak Medeni (tidak menakutkan) melainkan masyarakat yang dapat menciptakan rahmatan lil 'alami.
  • Masyarakat yang tidak Madhani (tidak menyamai / ikut-ikutan) melainkan masyarakat yang mampu menciptakan kultur baru sesuai dengan ijtihad yang benar, amar ma'ruf nahi munkar.
  • Masyarakat yang tidak Modhoni (tidak menyalahkan) melainkan masyarakat yang melakukan kritik yang menghadirkan solusi atau alternatif yang baik.
  • Masyarakat yang bukan Maradona atau Madona yang hanya tenar di awal tetapi suram di akhir dengan berbagai permasalah hidup.
Ini beberapa yang dapat saya tangkap dalam tausyiyah beliau selain menyampaikan issu politik terhangat baik itu masalah century, arah koalisi, pemilihan majelis syuro, dan lain-lain. /IA-Klaten

Minggu, Februari 07, 2010

Musim Kering

Hujan deras gini kok di bilang musim kering.... apa maksudnya. Begini saudaraku yang membaca, musim kering yang ku maksud bukanlah berhubungan dengan cuaca, melainkan dengan kondisi keuangan. Dimana saat ini lagi buth-butuhnya yang namanya duit. untuk beli susulah, untuk bayar spp lah, untuk jagonglah, untuk inilah, untuk itulah. pokoknya banyak sekali. maklum pada saat ini lagi belum gajian, kontrak kerja entah kapan tandatangan.

Butuh penghasilan sampingan, kira-kira apa ya.... kalau sesuai dengan pekerjaan harusnya yang berbau tanaman. tanam kangkung, tanam sawi, tanam timun atau yang lain. Kalau yang berhubungan dengan sekolah harusnya melihara ayam, melihara kelinci, melihara kambing atau pun sapi. Semua itu perlu modal dan tidak bisa dinikmati hasilnya dengan segera. Tapi untuk jangka panjang boleh juga tuh... hanya tinggal mematangkan konsep dan segera untuk realisasi. aku pinginnya yang serba instan sih...

Setidaknya ada usaha untuk nambah penghasilan, meskipun hasilnya kecil dan ada kemungkinan tidak berhasil juga, setidaknya itu menjadi ladang pengalaman yang tak ternilai harganya. Sudah saatnya mencoba usaha baru... wiraswasta. /IA-Klaten


Rabu, Desember 02, 2009

Secercah Harapan


Sedikit sinar terang sangatlah bermanfaat ketika berada didalam gua yang begitu gelap dan entah seberapa panjang hingga bisa keluar. Meskipun hanya lilin kecil yang menyala, yang kita bawa dengan penuh kehati-hatian, yang terombang-ambing oleh ayunan langkah kita, itu sangat bermanfaat buat kita. Setidaknya menjadi teman kita untuk menunjukkan jalan menuju pintu gua, tempat kita terbebas dari derita. Derita kegelapan dan derita ketidak pastian, derita ketakutan dan derita kelaparan.

Dalam hidup ini banyak sekali kegelapan yang senantiasa melintas dihadapan kita. Dan kegelapan itu sirna ketika kita menemukan cahaya, meskipun pada mulanya cahaya itu kecil. Meskipun kecil, ketika cahaya kecil itu berkumpul maka hadirlah cahaya besar yang mampu mengusir kegelapan. Satu cahaya, dua cahaya, tiga cahaya, banyak cahaya.

IA/Klaten

Minggu, November 01, 2009

Akhir Tahun

Bulan ini tepat kontrak sebagai THL selesai. Kabar terakir dari DEPTAN pun tidak membawa angin segar, cukup sekian dan terima kasih. Dengan kata lain kontrak sudah tidak diperpanjang lagi. Ada banyak pilihan setelah ini, magang ke luar negeri atau jadi Pemuda membangun Desa dengan dimodali dari pemerintah. entah lah... yang pasti aku bakal konsen ke studi dulu yang telah lama terbengkalai. setahun harus selesai.

Tunggu kabar dari temen saja masalah pekerjaan, toh banyak yang bernasip sama. fine...fine..aja.
harus ada bisnis baru nih. masih bingung,... melihara kelinci impianku dari dulu yang belum kesampaian , atau sapi seperti yang diinginkan bapakku yang selama ini yang tidak ku mau. entahlah belum ada keinginan usaha mandiri. Tunggu esok hari, siapa tau ada ide kreatif dari sahabat.

Silahkan yang mau memberi ide usaha. Aku persilakan dengan seluas-luasnya. Siapa tau cocok dengan keinginan. /IA-Klaten

Sabtu, Oktober 17, 2009

Ketika Ide Enggan Menyapa


Sudah lama ku tak mengotak-atik blog yang selama ini ku kelola. Entah karenaapa sehingga kemalasan ini kian berkepanjangan dan tak ada hentinya. Sungguh ingin sekali berbagi sesuatu di blog ini, tapi hanya tulisan ini yang muncul. Tak jadi apa, meski hanya luapan kemalasan semoga jadi pengobat rindu.

Salam buat kawan-kawan yang bisa jadi kecewa, ketika membuka blog ini yang terlihat itu-itu saja tanpa ada yang berubah. Masukan senantiasa sangat berguna untuk ku, supaya semangat meluangkan ide senantiasa dapat tergores lewat sentuhan jari diatas keyboard.

Musim kemarau hampir berlalu berganti dengan musim hujan yang selama ini dinanti oleh petani. Hujan yang bisa menyejukkan halaman rumah yang selama ini berdebu. Semoga hujan ini juga mampu menyejukkan pikiran dan menambah semangat dalam beraktifitas dalam dunia tulis-menulis. Meski tak sebaik tulisan kebanyakan, toh ini lebih baik dari pada tak menulis sama sekali. /IA-Jogja

Rabu, Agustus 05, 2009

Kunci Bahagia

Bahagia.... sebuah harapan besar pada diri kita untuk senantiasa ada, tak pergi kemana. Bahagia simbol sebuah kesuksesan yang ada dalam diri kita. Dalam do'a yang senantiasa kita panjatkan kehadirat Robb untuk senantiasa mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat. Ter kadang tiap orang mempunyai kadar bahagia yang berbeda. Orang yang tak punya dari sisi materi, mereka bisa hidup bahagiagia bersama keluarga. Orang yang mempunyai cacat fisik, mereka bisa menjalani hidup dengan penuh bahagia tanpa melihat cacatnya. Lantas apa yang menjadi kunci dalam kebahagiaan ini....

Banyak orang mengira bahagia akan didapat dengan berlimangnya harta, ditemani orang yang cantik rupa, menjadi tokoh yang ternama, dan lain sebagainya. Ternyata setelah saya renungkan, kebahagiaan itu akan muncul ketika kita mampu bersyukur atas apa yang Dia berikan kepada kita selaku hambaNya. Tanpa itu maka kita akan senantiasa hidup serba kurang dan tak bahagia. Berlimang harta tapi masih disibukkan dengan mencari harta dengan rakusnya, ditemani pendamping yang menawan rupa masih disibukkan dengan mencari yang lain, diberi karunia jasad yang sehat masih juga tak mau sadar akan karuniaNya.

Kebahagiaan seorang suami ketika istrinya senantiasa setia mendampinginya, kebahagiaan seorang istri ketika suami senantiasa mencintainya, kebahagiaan seorang guru ketika siswanya berprestasi dan berbakti, kebahagiaan seorang pedagang ketika melayani seorang pembeli yang penuh senyum ketika senantiasa datang ke kedainya, kebahagiaan seorang penarik pajak ketika orang yang membayar pajak datang dengan riang memberikan kewajiban yang harus dikeluarkannya.

Bahagia itulah harapan yang senantiasa ada dalam tiap kehidupan kita. Bahagia senantiasa hadir ketika kita senantiasa bersyukur kepadaNya. Derita datang ketika kita semakin menjauh kepadaNya. Tatap masa depan dengan sepenuh hati . . . . bahagia .

Minggu, Agustus 02, 2009

Bersama Petani


Musim tanam ini kami disibukkan oleh kegiatan SL-PTT (Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu) Kedelai. Program pemerintah untuk meningkatkan pengetahuan petani terkait dengan budidaya kedelai, Mulai penggunaan benih kedelai bunggul bersertifikat, sistem tanam legowo, pengenalan Organisme pengganggu tanaman beserta penanganannya, alih teknologi, dinamika kelompok tani, dan lain sebagainya. Semua senang, semua menuai hasilnya. Petani senang dengan adanya bantuan kedelai secara gratis, pelatihan keterampilan petani, dan perhatian pemerintah dengan lebih mendekatkan petugas pertanian dengan masyarakat tani.

Semua (PPL) sibuk membina kelompoknya masing-masing. Kami rata-rata mengampu dua desa binaan atau sekitar 5 kelompok tani. Minghidupkan kelompok memang tidak mudah, dengan sarana program SL-PTT ini kelompok menjadi hidup atau ada kegiatan. Bagaimana tidak, kelompok yang belum mapan mempunyai banyak kendala, terutama dalam masalah pembiayaan pertemuan (sebetulnya ini bukan masalah pokok) setidaknya ini menjadi faktor alasan selain tidak adanya niatan untuk membuat program kelompok. Kelompok yang sudah mapan pertemuan menjadi prioritas, ada anggaran dana atau tidak, pertemuan kelompok menjadi prioritas yang penting. Dengan adanya pertemuan, bincang-bincang, tukar pendapat, maka segala kesulitan akan mudah terpecahkan. Baik masalah pembiayaan ataupun masalah-masalah yang lain.

Disinilah peran penting PPL, untuk menghidupkan pertemuan-pertemuan kelompok tani. Dengan pertemuan maka akan ada program, dengan adanya program maka akan ada peningkatan petani, baik peningkatan ilmu, wawasan, pengalaman, teman. Peningkatan hasil maka meningkat pula kesejahteraan petani. Hidup petani ... Hidup rakyat ... Hidup indonesia ...