Rabu, Januari 17, 2018
Manfaat Memakan Sarang Lebah
Hampir semua orang sudah tahu bahwa lebah madu membuat sarang lebah sebagai tempat tinggal. Sarang lebah terbuat dari beeswax (lilin lebah) dan terdiri dari sel-sel berbentuk heksagonal dimana mereka menyimpan madu yang mereka kumpulkan.
Senyawa yang ditemukan pada beeswax adalah rantai panjang asam lemak dan ester. Sedangkan yang tersimpan di dalamnya adalah madu organik paling murni dan paling sederhana. Selain madu, lilin dan sarang lebah juga terbuat dari nutrisi yang berharga.
Senin, Desember 18, 2017
Muhasabah Cinta
Wahai pemilik nyawaku
Betapa lemah diriku ini
Berat ujian dari-Mu
Ku pasrahkan semua
pada-Mu
Tuhan Baru kusadar
Indah nikmat sehat itu
Tak pandai aku bersyukur
Kini ku harapkan cinta-Mu
Kata-kata cinta
Terucap indah
Mengalir berzikir di
hidung do'aku
Sakit yang kurasa biar
Jadi penawar dosaku
Butir-butir cinta
Air mataku
Teringat semua yang Kau
beri untukku
Ampuni khilaf dan salah
Selama ini Ya Ilahi
Muhasabah cintaku
Tuhan Kuatkan aku
Lindungiku dari putus asa
Jika Ku harus mati
Pertemukan aku dengan-Mu
Kata-kata cinta
Terucap indah
Mengalir berzikir di
hidung do'aku
Sakit yang kurasa biar
Jadi penawar dosaku
Butir-butir cinta
Air mataku
Teringat semua yang Kau
beri untukku
Ampuni khilaf dan salah
Selama ini Ya Ilahi
Muhasabah cintaku
Kamis, Maret 10, 2016
Fiqih Toleransi
Perbedaan pada hakikatnya adalah suatu keniscayaan dan sudah ada sejak awal perjalanan manusia. Manusia diciptakan dengan perbedaan, baik dari sisi suku, budaya, bahasa, lingkungan maupun kebiasaannya. Secara eksplisit Allah menjelaskan dalam dalam surat Al-Hujurat ayat 13. Di samping asal muasalnya yang berbeda, manusia juga memiliki kebebasan untuk memilih apa yang menjadi keinginan dan tujuannya. Maka perbedaan adalah sebuah keniscayaan sebagai hasil dari prinsip kebebasan yang dimiliki oleh setiap manusia. Manusia terlahir dalam keadaan bebas dalam menenetukan pilihan jalannya dalam kehidupan. Dalam Asy-Syams ayat 7-10, Allah menjelaskan potensi positif dan negatif yang secara bersamaan ada pada diri manusia. Dengan demikian perbedaan merupakan sunnatullah (Yunus: 99)
Jika sudah sedemikian gamblangnya Alquran menggambarkan adanya perbedaan, maka tidak mungkin umat Islam diperintahkan untuk menghilangkan perbedaan itu, mengingat perbedaan adalah kehendak Allah. Tugas seorang Muslim kemudian adalah bagaimana menyikapi perbedaan tersebut dengan benar.
Perbedaan dalam Islam memiliki dua kategori; perbedaan pada masalah furu‘iyah dan us’uliyah. Perbedaan dalam masalah furu‘iyah adalah perbedaan yang tidak mendasar dalam Islam. Masing-masing pendapat yang berbeda memiliki argumentasi (dalil) yang menjadi rujukan. Perbedaan antara satu pendapat dengan yang lain, bukan perbedaan antara benar dan salah, akan tetapi perbedaan antara benar dan lebih benar. Sikap terhadap perbedaan furu‘iyah adalah dengan menerima perbedaan sebagai bagian dari keragaman yang pada hakikatnya adalah sama. Hal yang harus dihindari adalah jangan sampai perbedaan furu‘iyah membawa pengaruh pada perpecahan agama.
Perbedaan jenis pertama ini sudah ada sejak zaman Rasulullah dan para Sahabat. Di antara contohnya adalah: Perbedaan antara Abu Bakar dan Umar dalam menyikapi tawanan perang Badar. Abu Bakar membolehkan tebusan atas tawanan, semantara Umar meminta untuk membunuh tawanan tersebut. Rasulullah memilih pendapat Abu Bakar yang membolehkan tawanan untuk dibebaskan dengan uang tebusan. Kemudian Allah menurunkan ayat yang membenarkan pendapat Umar. Hal ini diabadikan dalam surat al-Anfal ayat 67-69
Perbedaan lain yang pernah terjadi pada zaman Rasulullah adalah; perbedaan memahami perintah Nabi pada saat menuju Bani Quraizah: “Jangan kalian shalat Ashar kecuali di kampung Bani Quraizah”! Sebagian sahabat masih dalam perjalanan ketika waktu Ashar tiba. Mereka berbeda pendapat; sebagian ingin shalat Ashar di perjalanan karena sudah datang waktunya, sebagian lain ingin tetap shalat Ashar di Bani Quraizah. Kemudian Rasulullah tidak menyalahkan salah satunya.
Jenis perbedaan yang kedua adalah perbedaan dalam masalah us’uliyah (prinsip). Perbedaan ini dilatarbelakangi oleh perbedaan aqidah, atau perbedaan dalam masalah-masalah yang sudah secara jelas dan rinci dijelaskan dalam Alquran dan Hadits. Dalam menyikapi perbedaan us’uliyah adalah dengan toleransi yang bentuknya “membiarkan”.
Contoh perbedaan us’uliyah adalah dalam masalah ibadah shalat, di mana setiap Muslim diperintahkan untuk mengikuti cara Nabi melaksanakan shalat. Kemudian muncul pendapat baru yang menyatakan bahwa pada saat shalat seseorang boleh membaca surat Al-Fatihah dan artinya demi meningkatkan kekhusyu’an dalam shalat. Dalam menyikapi ini toleransinya adalah dengan membiarkan dan tidak membenarkan perbedaan tersebut.
Satu hal yang menjadi catatan adalah, agar setiap Muslim memiliki sikap yang tepat dalam menyikapi perbedaan. Perbedaan yang bersifat furu‘iyah disikapi dengan membenarkan semua yang berbeda, sementara perbedaan us’uliyah perlu ada sikap toleransi yang membiarkan tanpa membenarkan. Bukan sebaliknya, menyikapi perbedaan jenis pertama dengan penuh kebencian dan pertentangan, sebaliknya pada perbedaan jenis kedua seseorang begitu ramah, toleran, dan akomodatif, bahkan kadangkala menyebut semua perbedaan itu adalah sama dan benar. Semoga Allah menuntun sikap dan bentuk toleransi yang benar kepada seluruh umat Islam di dunia.
sumber : www.dakwatuna.com
Senin, Februari 22, 2016
Beli Domain
Nama domain (bahasa Inggris: domain name) adalah nama unik yang diberikan untuk mengidentifikasi nama server komputer seperti web server atau email server di jaringan komputer ataupun internet. Nama domain berfungsi untuk mempermudah pengguna di internet pada saat melakukan akses ke server, selain juga dipakai untuk mengingat nama server yang dikunjungi tanpa harus mengenal deretan angka yang rumit yang dikenal sebagai alamat IP. Nama domain ini juga dikenal sebagai sebuah kesatuan dari sebuahsitus web seperti contohnya "eljawas.web.id". Nama domain kadang-kadang disebut pula dengan istilah URL, atau alamat website. (wikipedia.org.)
| Nama Second Level Domain ID | Persyaratan |
| .ID |
|
| .AC.ID (akademik, universitas, perguruan tinggi dan sejenisnya ) |
|
| .CO.ID (komersial, badan usaha dan sejenisnya ) |
|
| .NET.ID (penyedia jasa telekomunikasi yang berlisensi ) |
|
| .WEB.ID (pribadi atau komunitas ) |
|
| .SCH.ID (sekolah) |
|
| .OR.ID (organisasi) |
|
| .BIZ.ID (perusahaan skala mikro, kecil dan menengah) |
|
| .MY.ID (personal) |
|
| Catatan: * Nama Domain harus menghormati dan tidak bertentangan dengan HaKI, IPR, Hak Paten/Merk. * Untuk .co.id dan .net.id, jika persyaratan SIUP/TDP, Akte, NPWP dan lain sebagainya sedang dalam proses pembuatan, perlu dilampirkan Surat Keterangan/Pernyataan dari Notaris. * Nama domain harus sesuai dengan kriteria penamaan sebagai berikut:
sumber dari www.idwebhost.com
| |
Kamis, Desember 11, 2014
Gaza Man
Aktivis Palestina di Jalur Gaza telah menciptakan superhero baru bernama Gaza Man untuk memotivasi dan menggalang semangat warga Gaza untuk melawan kekejian orang-orang Yahudi, menurut Tower.
Gaza Man, tokoh superhero seperti layaknya Superman dan Batman dalam versi barat , akan menjadi pejuang keadilan dalam dunia Islam, menurut aktivis Palestina.
“Kami tidak pernah akan mengkultuskan orang, tapi kita bisa membuat gagasan seorang pria bertopeng yang mengabdikan hidupnya untuk melindungi tanahnya, agamanya dan prinsip-prinsipnya,” kata aktivis Palestina yang bernama Mohammed Mus’ab dalam sebuah wawancara bahasa Arab dan diterjemahkan oleh Tower.
Gaza Man dijadwalkan untuk tampil dalam sebuah acara televisi terbaru dan juga akan merilis produksi action figurenya, menurut laporan tersebut. (JL/KH)
sumber : eramuslim.com
Selasa, Oktober 07, 2014
Syaikh Qaradhawi: Khilafah Ala ISIS Tak Sah Secara Syariah
dakwatuna.com – Doha. Persatuan Ulama Muslim Se-Dunia (IUMS), yang dipimpin oleh Syaikh Yusuf Qaradhawi, mengeluarkan pernyataan terkait deklarasi khilafah islamiyah yang dilakukan oleh organisasi Negara Islam di Irak dan Syam (ISIS),
Dalam pernyataan itu, IUMS menekankan bahwa deklarasi khilafah yang dilakukan ISIS untuk wilayah cukup luas di Irak dan Suriah tidak sah secara syariah Islam dan juga tidak membantu proyek kejayaan Islam. “Kami juga mengharapkan khilafah Islam bisa berdiri dengan cepat. Hari ini, tidak menunggu esok hari. Tapi khilafah yang didasarkan pada manhaj Nabi saw. dan syura. Bukan seperti yang dideklarasikan ISIS, yang malah mengakibatkan banyak bahaya kepada Sunni di Irak dan juga kepada revolusi di Suriah,” sebagaimana dikutip dari pernyataan itu.
IUMS juga menyatakan bahwa deklarasi ini terjadi karena ISIS kurang menguasai fiqh waqi’ (memahami realitas), sehingga bahkan terkesan meruntuhkan revolusi rakyat yang dilakukan oleh suku-suku Sunni dan kelompok-kelompok revolusi yang lain di Irak.
Menurut IUMS, deklarasi khilafah dan mengangkat seorang khalifah, dilanjutkan dengan menuntut umat Islam seluruh dunia untuk tunduk dan taat kepadanya dilakukan tanpa standar syariah dan realitas. Bahkan sisi bahayanya lebih besar daripada sisi manfaatnya.
Tidak mungkin semua organisasi perjuangan di seluruh dunia Islam dianggap ilegal dan tidak sah begitu ada deklarasi sepihak yang kemudian menamakan dirinya sebagai khilafah. Padahal saat itu umat Islam tidak disertakan sama sekali.
Apalagi banyak orang jadi mempunyai kesan tentang khilafah sebagai sebuah sikap yang keras. Hal itu ketika khilafah dihubungkan dengan ISIS. Umat Islam akan merekam negatif segala yang terkait dengan khilafah. Sehingga deklarasi ini pun bisa dikatakan tidak mendukung proyek kejayaan Islam. (msa/dakwatuna/aljazeera)
Jumat, Juni 06, 2014
"Risalah Minar-Rois Muhammad Mursi"
"Risalah Minar-Rois Muhammad Mursi"
Presiden sah Mesir, Muhammad Mursi, mengirim pesan untuk rakyatnya paska Sisi dinyatakan sebagai pemenang Pemilu Militer, pilpres dagelan rezim kudeta.
"Risalah Minar Rois Muhammad Mursi", surat yang ditulis Mursi dari balik jeruji ini beredar luas di media online, selain bahasa arab juga ada edisi bahasa inggris di web official IM (Letter from Egypt's Legitimate President Mohamed Morsi to All Egyptians).
Berikut isi "Risalah Minar Rois Muhammad Mursi" yang di-kultwitkan oleh@kaisar_el_rema:
**
Wahai rakyat revolusioner yang teguh, Allah telah menakdirkan revolusi kita dihadang oleh kesulitan-kesulitan.
Hal itulah yang melahirkan pejuang sejati. Revolusioner, baik lelaki maupun perempuan, telah membuat Mesir bangga di hadapan dunia.
Wahai revolusioner yang merdeka...
(Tetaplah) berjuang dengan revolusi damai yang putih.
Sebagaimana teguhnya gunung dan tegarnya halilintar.
Dalam waktu dekat, revolusi kita akan menemui kemenangan!
Inilah keyakinan saya kepada Allah.
Di belakang kalian, mayoritas rakyat tengah menunggu ruh revolusi untuk mendengar gemuruh raungannya..
Setelah dunia tak mendengar suara revolusi dengan sandiwara pelantikan aktor kudeta yang mengharap rakyat yang lalai.
Maka bersatulah, jangan berpecah belah, berselisih, dan gagal.
Allah menjadi saksi bahwa saya tidak memiliki keleluasaan memerangi kerusakan & kriminalitas dengan hukum atau prosedur revolusi.
(Sebab di masa Mursi hakim dan aparatur keamanan berkhianat -pen)
Dalam beberapa hal keputusan saya tepat, juga salah. Tetapi saya tidak pernah menghianati rakyat. Dan tidak akan pernah.
Telah saya korbankan bertahun-tahun umurku untuk menghadapi kerusakan & kriminalitas. Dan selamanya akan begitu dalam sisa umurku.
Wahai pemuda Mesir revolusioner...
Engkau telah membuat dunia terkesan dengan meneruskan berjuangan revolusi.
Engkaulah hari ini & esok. Sekarang & masa depan. Bahkan engkaulah negara ini.
Revolusi telah mendarah daging bersama tekad kalian.
Maka saya percaya, kalian akan mengibarkan panjinya dan mengembalikan wibawanya.
Demi Allah saya seolah melihat kalian menceritakan kepada anak cucu kalian bagaimana bersabar, berkorban & memenangkan revolusi...
Seluruh masyarakat merdeka tidak akan mengakui (keabsahan) kudeta berdarah ini disebabkan oleh revolusi damai yang tak berhenti.
Dan seluruh dunia tidak akan pernah mengakui apa-apa yang dibangun secara inkonstitusional ini.
Kepada rakyatku, fokuskanlah pandangan kalian kepada revolusi dan tujuannya yang mulia.
Maka kalian tidak akan menyia-nyiakan darah para pahlawan, kepedihan mereka yang terluka, dan pengorbanan para tahanan politik.
Selama revolusi ini memiliki pejuang yang memikul keluh kesahnya, mengibarkan panjinya, percaya prinsipnya hingga terebut semua tujuannya.
Saya memahami bahwa jalan ini tidak mudah..
Namun saya percaya kepada kemurnian kalian dan keadilan isu kalian juga kayakinan saya kepada pertolongan Allah..
Semoga Allah memberkahi negara ini beserta rakyatnya. Jadilah revolusioner selamanya.
Ttd
Mursi
Presiden Mesir
Rabu, 4/6/2014
Jumat, Januari 24, 2014
JUARA PARTAI TERKORUP
Mari Cerdaskan Masyarakat: INILAH JUARA PARTAI TERKORUP
Berdasarkan data yang dirilis oleh @PilkadaUpdate, PDIP menjadi Juara 1 Partai Terkorup, disusul Golkar sebagai runner up.
Inilah daftar PARTAI JUARA KORUPSI:
1. PDIP (84 Kasus)
2. GOLKAR (60 Kasus)
3. PAN (36 Kasus)
4. DEMOKRAT (30 kasus)
5. PPP (13 Kasus)
6. PKB (12 Kasus)
7. HANURA (6 Kasus)
8. GERINDRA (3 Kasus)
9. PBB (2 Kasus)
10. PKS (2 Kasus)
11. PKPI (1 Kasus)
Data selengkapnya nama-nama yang terjerat kasus korupsi dan dari partai mana bisa di cek di link ini http://chirpstory.com/li/184257
Mari cerdaskan masyarakat dari tipu daya media yang selama ini tidak jujur memberitakan. Cerdaskan para pemilih agar negeri ini lahirkan para pemimpin dan wakil rakyat yang bersih dan jujur.
Senin, September 02, 2013
Sayyid Quthb
Oleh : Saefullah
Islampos.com - ABDULLAH Al-Aqil, penulis buku Min A’lami Al-Harakah wa Ad-Dakwah
Al-Islamiyah Al-Mu’ashirah menuturkan kesannya terhadap Sayyid Quthb,
“Ketika berada di bangku Sekolah Menengah Atas, saya tidak begitu
tertarik kepada Sayyid Quthb. Sebab ia berafiliasi ke aliran Al-Aqqad.
Saya lebih senang pada aliran Ar-Rafi’i dan murid-muridnya, seperti Said
Al-‘Iryan, Ali Thanthawi, dan Mahmud Muhammad Syakir. Setelah saya
berada di Mesir, membaca tulisannya di Majalah Al-Fikrul Jadid, menelaah makalahnya tentang Hasan Al-Banna dan Ikhwanul Muslimin di majalah Ad-Dakwah mulai membuatku tertarik pada tokoh ini.
“Setelah itu aku menghadiri seminar di rumahnya. Mendengarkan
ceramahnya yang mengegumkan di Jam’iyah Asy-Syubbanul Muslimun untuk
menentang Perancis. Mengetahui tuntutannya melepaskan gelar dan ijazah
Perancis untuk membela kaum muslimin di Afrika Utara. Dan membaca
makalah-makalahnya tentang parade-parade besar yang tidak mempunyai
pengaruh. Maka semua itu mendekatkanku dengannya dan membuatnya punya
posisi tinggi di hatiku. Saya pun selalu membaca semua buku dan
makalahnya dengan antusias dan rindu.”
Syaikh Khalil Al-Hamidi, sekretaris Al-Maududi, menceritakan, “Tahun
1966, di Makkah Al-Mukarramah, tepatnya di Hotel Syabra, pemuda muslim
Arab masuk menemui Ustadz Al-Maududi dan menyodorkan kepadanya buku Ma’alim fith Thariq
karya Sayyid Quthb. Al-Maududi membaca buku tersebut semalam. Pagi
harinya, ia berkata, ‘Sepertinya, saya sendiri yang menulis buku ini.’
Al-Maududi heran melihat kedekatan pemikiran dirinya dengan pemikiran
Sayyid Quthb. Al-Maududi berkata, ‘Tidak perlu heran, karena sumber
pemikiran Sayyid Quthb dan pemikiranku itu satu, yaitu Al-Qur`an dan
Sunnah’.”
Raja Faisal bin Abdul Aziz ketika mendengar bahwa Sayyid Quthb akan
dihukum mati, segera mengirimkan telegram kepada Jamal ABdun Nashir
tanggal 28 Agustus 1966. Raja Faisal berharap Abdun Nashir tidak
menjatuhkan hukuman mati kepada Sayyid Quthb. Sami Syaraf menyerahkan
telegram Raja Faisal sore harinya kepada Andun Nashir, lalu Abdun Nashir
berkata kepada Sami Syaraf, “Laksanakan hukuman mati besok pagi saat
fajar dan berikan kepadaku telegram setelah pelaksanaan eksekusi mati.”
Abdun Nashir kirim telegram balasan kepada Raja Faishal dan
menjelaskan telegram itu sampai kepadanya setelah pelaksanaan eksekusi
mati. Pelaksanaan hukuman mati terhadap Sayyid Quthb dilakukan sebelum
terbit fajar hari Senin, 29 Agustus 1966.
Eksekusi hukuman mati terhadap Sayyid Quthb didahului dengan tuduhan
makar terhadap beliau oleh Jamal Abdun Nashir, tahun 1965. Saat itu,
Abdun Nashir berada di Moscow dan mengumumkan dari sana bahwa ada upaya
pembunuhan terhadap dirinya dan penggulingan pemerintahannya oleh
Ikhwanul Muslimin di bawah pimpinan Sayyid Quthb. Akhirnya Sayyid Quthb
ditahan tanggal 9 Agustus 1965.
Selanjutnya diadakan penyelidikan terhadap Sayyid Quthb di penjara
perang tanggal 19 Desember 1965 selama tiga hari dan akhirnya
menjatuhkan hukuman mati atas Sayyid Quthb tanggal 21 Agustus 1966.
Keputusan ini tentu saja membuat gusar dan marah sebagian besar kaum
muslimin di seluruh penjuru dunia.
Hukuman mati terhadap Sayyid Quthb merupakan tragedi menyakitkan bagi
kaum muslimin, mengguncang dunia Arab dan Islam, mengobarkan kemarahan
ulama, da’i dan masyarakat Islam. Kaum muslimin mengecam keras tidak
kejahatan keji ini, melakukan shalat ghaib di penjuru Timur dan Barat,
surat kabar Islam menampilkan edisi khusus tentang Asy-Syahid Sayyid
Quthb dan rekan-rekannya. Ulama dan da’i mengharapkan para penjahat yang
terlibat dalam penggantungan Sayyid Quthb mendapatkan balasan siksa
dari Allah.
Asy-Syahid Sayyid Quthb pernah berkata, “Jari telunjuk yang setiap
hari memberi kesaksian tauhid kepada Allah saat shalat menolak menulis
satu kata pengakuan untuk penguasa tiran. Jika saya dipenjara karena
kebenaran, saya rela dengan hukum kebenaran. Jika saya dipenjara dengan
kebatilan, pantang bagi saya minta belas kasih kepada kebatilan.”
Sayyid Quthb pernah berkata,”Al-Qur`an tidak menyingkap rahasianya,
kecuali kepada orang-orang yang terjun ke medan perang dengan berbekal
Al-Qr’an dan berjihad demi membelanya.”
Sebuah syair beliau tulis dari balik jeruji penjara dengan judul Akhi.
Syair ini menggambarkan keimanan yang kuat dalam dada Asy-Syahid dan
geloran perjuangan dakwahnya yang tak kunjung padam. Berikut kutipan
syairnya,
‘Saudaraku, engkau merdeka meski berada di balik jeruji penjara
Saudaraku, engkau merdeka meski diborgol dan dibelenggu
Bila engkau pada Allah berpegang teguh
Maka tipu daya musuh tidak membahayakanmu
Wahai saudaraku, pasukan kegelapan akan binasa
dan fajar baru akan menyingsing di alam semesta
lepaskan kerinduan jiwamu
engkau akan melihat fajar dari jauh telah bersinar
saudaraku, engkau jangan jenuh berjuang
engkau lemparkan senjata dari kedua pundakmu
siapakah yang akan mengobati luka-luka para korban
dan meninggikan kembali panji-panji jihad?” []

















