Tak terasa sudah setahun, dirimu menemani sebagai bentuk amanah yang Dia titipkan pada kami. Lucu, gesit, lincah, cerdas. Hari berganti hari, ternyata hari inipun hari yang bersejarah untukmu. Tanpa perayaan, tanpa pesta pora, yang penting sehat serta tawa senantiasa menyertaimu. Mbah putri selalu memanjakanmu, hingga tiap weton (Hari lahir dan pasaran jawa) mu senantiasa disyukuri dengan bancakan (bagi-bagi nasi dengan lauk sayuran dari kebun) yang dibagikan kepada anak-anak disamping rumah. Bagitulah bentuk syukur akan hari lahir, kebiasaan jawa selapan sekali (35 hari). Lebih sering dari pada pesta ulang tahun yang diadakan satu tahun sekali.
Jumat, Mei 01, 2009
Senin, April 27, 2009
Bisnis OnLine
Bisnis On Line...? Bisa nggak ya.... yang penting coba dulu. Apalagi ini gratisan, 100%. Anda berminat, gabung aja. Dengan hanya mencari 10 pengikut untuk mendaftar. Masuk aja untuk Registrasi Gratis.
Bisnis on Line alternatif yang lain, berbisnis menghasilkan dengan menempatkan iklan di blog kita, bisa Daftar Disini. Gratis juga...
Jumat, April 24, 2009
Bersenang Sejenak
Penghilang stress, daripada sibuk menghitung siapa yang milih siapa yang berkhianat alangkah lebih baiknya kita menghilangkan berbagai prasangka terhadap saudara-saudara kita. Kita tinggal membina orang-orang yang memang kemarin berkomitmen tergabung dalam barisan ini tanpa minta balasan apapun dalam bentuk duniawi. Sudah saatnya memanjakan diri biar frezzzzz... untuk bisa berfikir jernis mengatur langkah kedepan yang lebih baik, lebih bersih, lebih peduli, dan lebih profesional.
Satu langkah lebih maju dibandingkan yang lain, tidak terkena imbas depresi yang kepanjangan. Memang sudah wajar ketika yang terjadi adalah diluar dugaan, dan yang terjadi itu adalah sesuatu yang tidak menggembirakan. Banyak rival jamaah ini yang kemudian iri dengan sikap kita. Kenapa iri, ya karena kita dipandang oleh sebagian orang adalah orang yang tidak haus akan kekuasaan, tidak haus akan jabatan, tidak haus akan hidangan yang menggiurkan.
Selamat bertamasya kawan-kawanku, kawan seperjuangan dimanapun engkau berada, dimanapun engkau berjuang, dimanapun engkau beraktifitas. IA-Klaten
Sabtu, April 18, 2009
Kemenangan Hakiki

Pemilu sudah berlalu, penghitungan tinggal menunggu hasil, meski perkiraan suara sudah ada ditangan. Bisa jadi hasil tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Bisa jadi sangat jauh dibawah perkiraan angka dan bisa jadi diatas perkiraan angka. Sudah banyak sekali dampak yang terjadi dari hasil perkiraan tersebut yang tidak sesuai dengan apa yang diinginkan, banyak media memberitakan banyak caleg yang lantas stress, bunuh diri, berbuat anarkis, menyegel pasar, menyegel rumah, bahkan menarik kembali barang pemberiannya. Semua itu bisa terjadi lantaran rasa frustasi dan kecewa terhadap seseorang, yang diharapkan memberikan dukungan ternyata malah memberikan dukungannya kepada pihak lain. Wajar saja mereka meluapkan emosinya seperti itu.
Mari kita bedah kenapa fenomena seperti itu bisa terjadi. Yang pertama yang saya sampaikan bahwa masyarakat masih memilih pemimpin itu seseorang yang memberkan imbalan akan pilihannya alias dibeli. Ini fenomena terbesar yang sedang melanda ditengah-tengah masyarakat. Siapa yang memberi dialah yang dipilih. Padahal bisa jadi ada orang yang memberi terlebih dahulu tapi tidak jelas akadnya, memberi ya sekedar memberi tidak ada beban psikologis untuk memberikan suaranya. Meskipun sama-sama memberi tapi beda persepsi.
Tidak ada teman yang sejati dan musuh yang abadi dalam berpolitik. Seiring dengan waktu maka semakin berganti pula arah politiknya. Bahkan politik ini tidak memandang apa dia saudara apa dia bukan, dengan politik seseorang bisa dibutakan mata hatinya.
Banyak fenomena yang terjadi ditengah-tengah masyarakat, tugas seorang aktifis politik atau orang yang menjunjung tinggi nilai-nilai demikrasi hendaknya senantiasa memberikan contoh dan pembelajaran bagaimana berpolitik yang ideal dengan tidak mengikuti arus politik yang membutakan. sebagai contoh tidak larut dalam ikut membagikan uang untuk kepentingan praktis, agar ia memilihnya.
Kemenangan tidak hanya diukur dari banyak nya prosentase perolehan suara. Melainkan kemenangan juga dilihat dari bagaimana ia berproses dalam menjalankan aktifitas politiknya. Kemenangan sejati adalah dimana ia menjalankan politiknya tanpa terkotori tangan-tangan yang melanggar aturan. Kemenangan sejati adalah dimana ia menjadi pilihan yang murni dari rakyat yang tak minta balas budi. Kemenangan sejati adalah dimana ia menjadi cahaya yang senantiasa menerangi dari gelapnya arus demokrasi. Kemenangan sejati adalah kemenangan yang bisa membawa berkah negeri ini, untuk bangkit kembali. /IA-Klaten
Mari kita bedah kenapa fenomena seperti itu bisa terjadi. Yang pertama yang saya sampaikan bahwa masyarakat masih memilih pemimpin itu seseorang yang memberkan imbalan akan pilihannya alias dibeli. Ini fenomena terbesar yang sedang melanda ditengah-tengah masyarakat. Siapa yang memberi dialah yang dipilih. Padahal bisa jadi ada orang yang memberi terlebih dahulu tapi tidak jelas akadnya, memberi ya sekedar memberi tidak ada beban psikologis untuk memberikan suaranya. Meskipun sama-sama memberi tapi beda persepsi.
Tidak ada teman yang sejati dan musuh yang abadi dalam berpolitik. Seiring dengan waktu maka semakin berganti pula arah politiknya. Bahkan politik ini tidak memandang apa dia saudara apa dia bukan, dengan politik seseorang bisa dibutakan mata hatinya.
Banyak fenomena yang terjadi ditengah-tengah masyarakat, tugas seorang aktifis politik atau orang yang menjunjung tinggi nilai-nilai demikrasi hendaknya senantiasa memberikan contoh dan pembelajaran bagaimana berpolitik yang ideal dengan tidak mengikuti arus politik yang membutakan. sebagai contoh tidak larut dalam ikut membagikan uang untuk kepentingan praktis, agar ia memilihnya.
Kemenangan tidak hanya diukur dari banyak nya prosentase perolehan suara. Melainkan kemenangan juga dilihat dari bagaimana ia berproses dalam menjalankan aktifitas politiknya. Kemenangan sejati adalah dimana ia menjalankan politiknya tanpa terkotori tangan-tangan yang melanggar aturan. Kemenangan sejati adalah dimana ia menjadi pilihan yang murni dari rakyat yang tak minta balas budi. Kemenangan sejati adalah dimana ia menjadi cahaya yang senantiasa menerangi dari gelapnya arus demokrasi. Kemenangan sejati adalah kemenangan yang bisa membawa berkah negeri ini, untuk bangkit kembali. /IA-Klaten
Senin, April 13, 2009
PKSe
jika politik adalah sesuatu yang abu-abu
yang menjadi senjata para penguasa
yang menjadi sindikat pengejar harta dunia
maka aku bukanlah itu
Namun jika politik adalah pembelaan & perjuangan
yang membangunkan keberanian retorika
dan lantang meneriakkan keadilan
maka aku adalah politikus itu
Jika demokrasi adalah belenggu penjajahan
diramaikan oleh tangan-tangan gila jabatan
disetir untuk mengubur kepribadian anak bangsa
maka itu bukan tempatnya
Namun jika demokrasi adalah sebuah peluru pembebas
yang pengusungnya adalah teladan sejati
dan ideologinya menembus keangkuhan parlemen
maka itu adalah kendaraannya..
forward this message
Senin, April 06, 2009
Hari Senang
Selesai sudah kampanye partai politik. Semua atribut sudah mulai diturunkan, meskipun ada beberapa yang belum menurunkan juga. Entah kenapa, mengatur starategi bahwa agar partainya hanya terlihat sendirian dan sangat jelas. Ataukah tidak ada biaya untuk menurunkannya. Yang pasti pada hari ini adalah hari tenang dan hari senang. Tenang dimana tidak ada suara bising knalpot yang sengaja di gembar-gemborkan dan senang dimana semakin banyak beredarnya uang ditengah-tengah masyarakat.
Pilih saya... pilih saya.... pluk... amplop berisi uang 25 rb. Lumayan bisa buat beli rokok, ngasih jajan anak, beli beras, dan lain sebagainya. Banyak yang sedang bagi-bagi. Satu amplop diterima, dua amplop diterima, tiga amplop diterima. Semua amplop diterima. Pilihan cerdas, dengan memanfaatkan peluang pada hari tenang ini akan banyak masyarakat yang merasakan senang, senang, dan senang.
Pilihan ada ditangan kita . Kita tinggal memberi tanda centang sekali saja, kita akan ikut andil menentukan masa depan bangsa. Bila kita tidak memberikan pilihan atau bahkan tidak hadir pada waktu pesta demokrasi maka kita hanya jadi orang pengekor saja. Mengekor pada yang terpilih, baik orang jahat maupun orang baik. Kalau orang baik kita bersyukur... kalau orang jahat kita tidak bisa menyalahkan orang lain kenapa mereka memilih orang jahat. Yang patut dan layak kita salahkan adalah diri kita sendiri karena kita tidak ikut ambil bagian dalam moment untuk menentukan masa depan negeri ini. Sekali lagi jangan salahkan orang lain, jangan salahkan sistem ini, bahkan suasana pesta ini. Satu suara kita sangat berguna.... /IA-Klaten
Pilih saya... pilih saya.... pluk... amplop berisi uang 25 rb. Lumayan bisa buat beli rokok, ngasih jajan anak, beli beras, dan lain sebagainya. Banyak yang sedang bagi-bagi. Satu amplop diterima, dua amplop diterima, tiga amplop diterima. Semua amplop diterima. Pilihan cerdas, dengan memanfaatkan peluang pada hari tenang ini akan banyak masyarakat yang merasakan senang, senang, dan senang.
Pilihan ada ditangan kita . Kita tinggal memberi tanda centang sekali saja, kita akan ikut andil menentukan masa depan bangsa. Bila kita tidak memberikan pilihan atau bahkan tidak hadir pada waktu pesta demokrasi maka kita hanya jadi orang pengekor saja. Mengekor pada yang terpilih, baik orang jahat maupun orang baik. Kalau orang baik kita bersyukur... kalau orang jahat kita tidak bisa menyalahkan orang lain kenapa mereka memilih orang jahat. Yang patut dan layak kita salahkan adalah diri kita sendiri karena kita tidak ikut ambil bagian dalam moment untuk menentukan masa depan negeri ini. Sekali lagi jangan salahkan orang lain, jangan salahkan sistem ini, bahkan suasana pesta ini. Satu suara kita sangat berguna.... /IA-Klaten
Minggu, Maret 29, 2009
Utray Never Cry
Misi ini baru dimulaiIbnu affan eljawas
Minggu, Maret 22, 2009
Pesta Demokrasi

Pesta demokrasi sebentar lagi. Tapi kok masih terkesan sepi-sepi aja. Apa memang model kampanye sekarang sudah beda dengan yang dulu, rapat umum, kampanye terbuka, pawai sudah tidak relefan lagi untuk diterapkan. Dana sebaiknya diberikan langsung kepada masyarakat pemilih baik dalam bentuk barang maupun uang. Kalau dalam bentuk uang pasti sangat membahayakan bagi partai yang bersangkutan, akan terkena kasus money politik (kalau ketahuan). Lebih amannya diberikan lewat barang, baik bahan makanan maupun bahan bangunan. Karena itulah yang sangat dibutuhkan masyarakat, bukan janji-janji yang belum tentu terealisasi.
Money politik adalah bentuk penghianatan terhadap demokrasi. Meskipun partainya berasas nasionalis maupun agamis, ketika melalukan suap kepada masyarakat maka itu adalah bukti penghianatan. Lantas apa yang perlu dilakukan untuk mensikapi tindakan seperti ini? yang bisa kita lakukan adalah berani katakan TIDAK untuk money politik, karena money politik sebuah langkah awal untuk korupsi.
Saatnya kita berjuang untuk negeri ini dengan mensukseskan pesta demokrasi dengan tidak mengotori hati kita dengan tindakan yang mencemari demokrasi. Saatnya kita merdeka dalam menentukan wakil kita yang akan memperjuangkan kebenaran, memperjuangkan keadilan, memperjuangkan rakyat. salam perjuangan. Bangkitlah negriku...... /IA-Jogja
Money politik adalah bentuk penghianatan terhadap demokrasi. Meskipun partainya berasas nasionalis maupun agamis, ketika melalukan suap kepada masyarakat maka itu adalah bukti penghianatan. Lantas apa yang perlu dilakukan untuk mensikapi tindakan seperti ini? yang bisa kita lakukan adalah berani katakan TIDAK untuk money politik, karena money politik sebuah langkah awal untuk korupsi.
Saatnya kita berjuang untuk negeri ini dengan mensukseskan pesta demokrasi dengan tidak mengotori hati kita dengan tindakan yang mencemari demokrasi. Saatnya kita merdeka dalam menentukan wakil kita yang akan memperjuangkan kebenaran, memperjuangkan keadilan, memperjuangkan rakyat. salam perjuangan. Bangkitlah negriku...... /IA-Jogja
Kamis, Maret 19, 2009
Musim Kampanye
Kampanye terbuka sudah dimulai. Sudah saatnya kita sedia kapas untuk menutup telinga ketika bepergian keluar bisa jadi berpapasan dengan pawai arak-arakan rombongan kampanye. Biasa, ketika arak-arakan kampanye yang terbesit dalam nurani kita pasti suara bising kendaraan bermotor yang sengaja knalpotnya dibikin keras suaranya. Nah.... kampanye yang beginian ini yang bikin para pengendara lain ataupun yang dilewati arak-arakan akan sangat-sangat terganggu.Haruslah ada kesadaran dari berbagai pihak agar hal seperti diatas dapat diminimalisirkan. Kenapa saya tulis diminimalisir bukan dihilangkan, karena budaya seperti ini sangat sulit sekali untuk dihilangkan. Seperti halnya korupsi yang melanda negeri ini. Bisanya hanya diminimalkan. Kesadaran tersebut antara lain datang dari pihak pemerintah untuk membuat aturan yang bisa membuat jera para pelaku kampanye. Kesadaran itu datang dari para pejabat partai untuk merani berkata TIDAK BOLEH ketika ada masa yang mencoba berbuat dan tidak usah takut akan ketidak ikut sertaannya dalam mendukung partai. Kesadaran itu datang dari para peserta pawai itu sendiri untuk tidak membuat keresahan pada yang lain.
Sudah saatnya berubah menjadi pribadi yang teladan, baik untuk diri sendiri maupun untuk orang lain. Jangan menjadi Teladan yang tidak baik, melainkan menjadi teladan yang dapat menghantarkan diri kita menghirup udara segar surga. /IA-KlaX
Rabu, Februari 18, 2009
Hakikat Air

Water alias air alias banyu. Semua butuh yg namanya air, 80% tubuh kita pun mengandung air. Air memang salah satu dari ribuan ciptaan Allah ta'ala yg dianugrahkan untuk mahluk ciptaanNya.
Setetes air ditengah gurun pasir menjadi nikmat yg luar biasa, serasa disurga. Limpahan air dilautan menjadikan kita sangat dahaga ketika meminumnya. Dari kedua gambaran tadi dapat kita ambil pelajaran. Pelajaran apa itu? Pelajaran akan ungkapan syukur kita kepada sang pemilik air, Allah ta'ala. Tetes demi tetes maka akan berkumpul menjadi samudra. Dan akan menjadi kekuatan yang sangat dahsyat, yang mana ia mampu menghancurkan apapun yang dihadapannya. Melibas dan menggilas. Sangat luar biasa dahsyatnya.
Inilah Hakikatnya air, meski terkesan sedikit dan tak membahayakan, ketika yang sedikit tadi bertemu maka akan menjadi kekuatan yang luar biasa, kekuatan yang diluar jangjauan kita, kekuatan yang yang tahu hanyalah yang Maha Tahu. /IA-KlaX
Setetes air ditengah gurun pasir menjadi nikmat yg luar biasa, serasa disurga. Limpahan air dilautan menjadikan kita sangat dahaga ketika meminumnya. Dari kedua gambaran tadi dapat kita ambil pelajaran. Pelajaran apa itu? Pelajaran akan ungkapan syukur kita kepada sang pemilik air, Allah ta'ala. Tetes demi tetes maka akan berkumpul menjadi samudra. Dan akan menjadi kekuatan yang sangat dahsyat, yang mana ia mampu menghancurkan apapun yang dihadapannya. Melibas dan menggilas. Sangat luar biasa dahsyatnya.
Inilah Hakikatnya air, meski terkesan sedikit dan tak membahayakan, ketika yang sedikit tadi bertemu maka akan menjadi kekuatan yang luar biasa, kekuatan yang diluar jangjauan kita, kekuatan yang yang tahu hanyalah yang Maha Tahu. /IA-KlaX










